Dari total dana yang diterima sebelumnya, BTN telah menyalurkan seluruh porsinya untuk berbagai sektor strategis, tidak hanya terbatas pada sektor perumahan (KPR).
"Pada saat kita kan BTN dapatnya Rp25 triliun, Rp25 triliun itu habis untuk penyaluran kredit kita. Memang saat itu kami membutuhkan, bukan hanya KPR, termasuk juga kredit UMKM, ada SME, termasuk juga saat ini kan ada kredit KPP juga," ungkap Rully.
Meski dunia sedang dibayangi ketegangan di Timur Tengah yang membuat para pengusaha cenderung bersikap wait and see, BTN optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh.
Rully menegaskan bahwa penambahan dana Rp100 triliun tersebut tidak akan menjadi beban bagi perbankan karena porsinya telah disesuaikan dengan kapasitas masing-masing bank.
"Enggak tambah beban, kan Rp100 triliun pasti dibagi-bagi ke semua bank juga. Porsinya masih sesuai. Sektor UMKM juga bertumbuh baik. Mereka pasti membutuhkan financing daripada bank," tuturnya.