IDXChannel – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk Holding Ultra Mikro (UMi) yang beranggotakan PT Pegadaian dan PNM terus memperkuat sinergi ekosistem pembiayaan inklusif sebagai upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Salah satunya tercermin dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis antara Pegadaian dan SMBC Corporation pada ajang INDONESIA – JAPAN STRATEGIC PARTNERSHIP FORUM yang mengusung tema “Value Co-Creation: Building the Future of Energy, Industry, and Global Supply Chains”, bertempat di The Imperial Hotel Tokyo, Jepang, pada Senin (30/03).
Forum yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, JETRO, KBRI Tokyo, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, METI Jepang, Keidanren, JCCI, dan Japinda ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi strategis Indonesia–Jepang sekaligus mengidentifikasi peluang kemitraan baru dengan memanfaatkan kerangka kerja IJEPA (Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BRI Group dalam memperluas akses pendanaan, termasuk melalui skema pembiayaan global (offshore financing), guna memperkuat kapasitas pembiayaan segmen ultra mikro dan UMKM di Indonesia.
CEO BRI Group Hery Gunardi mengungkapkan, sebagai induk Holding Ultra Mikro, BRI berperan sebagai orkestrator dalam membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan BRI, Pegadaian, dan PNM. “Sinergi ini tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan end-to-end, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga literasi keuangan,” ujarnya.
Hery juga menyampaikan bahwa kolaborasi Pegadaian dengan mitra global merupakan bagian dari strategi besar Holding Ultra Mikro untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
“BRI terus mendorong sinergi dan transformasi di seluruh entitas, termasuk Pegadaian, agar mampu memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendanaan, sekaligus memberikan multiplier effect yang lebih luas bagi pemberdayaan segmen ultra mikro dan UMKM,” ujarnya.