Menurut dia, pelaku usaha kecil dan menengah memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan pendampingan serta akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
"Kelas usaha kecil dan menengah ini menjadi salah satu yang dibidik karena potensinya sangat besar jika dibina dan diberikan akses pembiayaan yang tepat," katanya.
BSI juga tetap optimistis prospek pembiayaan UMKM masih akan tumbuh solid ke depan. Namun, ekspansi pembiayaan tersebut tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar penyaluran pembiayaan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Strategi tersebut turut tercermin dari kualitas pembiayaan perseroan yang terus membaik. Hingga April 2026, rasio non-performing financing (NPF) BSI berada di level 1,80 persen, membaik dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 1,88 persen.
Di sisi lain, BSI terus mengakselerasi transformasi digital untuk meningkatkan kapasitas dan tata kelola usaha para pelaku SME. Salah satunya melalui penyediaan sistem manajemen kas terintegrasi BEWIZE by BSI, yang dirancang untuk mempermudah mobilitas pengelolaan keuangan pelaku usaha.