sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BSI Salurkan Pembiayaan Produktif Rp25,69 Triliun, Tumbuh 13,67 persen hingga April 2026

Banking editor Shifa Nurhaliza Putri
17/06/2026 15:00 WIB
BSI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran pembiayaan produktif ke sektor rill.
BSI Salurkan Pembiayaan Produktif Rp25,69 Triliun, Tumbuh 13,67 persen hingga April 2026 (Foto: Ilustrasi)
BSI Salurkan Pembiayaan Produktif Rp25,69 Triliun, Tumbuh 13,67 persen hingga April 2026 (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran pembiayaan produktif ke sektor riil. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, perseroan mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen usaha kecil dan menengah (SME).

Hingga April 2026, pembiayaan segmen SME BSI tercatat mencapai Rp25,69 triliun, tumbuh 13,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah sektor yang berkaitan erat dengan aktivitas masyarakat, antara lain pertanian dan perkebunan, perdagangan besar dan eceran, jasa pendidikan, serta sektor produktif lainnya.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan perseroan akan terus mendorong pertumbuhan segmen usaha kecil dan menengah sebagai bentuk kontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Kami siap mendorong segmen kecil dan menengah sejalan dengan komitmen Bank Syariah Indonesia untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional, terutama pada sektor-sektor pro-rakyat yang mampu memperluas lapangan kerja," ujar Erwan dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, pelaku usaha kecil dan menengah memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan pendampingan serta akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

"Kelas usaha kecil dan menengah ini menjadi salah satu yang dibidik karena potensinya sangat besar jika dibina dan diberikan akses pembiayaan yang tepat," katanya.

BSI juga tetap optimistis prospek pembiayaan UMKM masih akan tumbuh solid ke depan. Namun, ekspansi pembiayaan tersebut tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar penyaluran pembiayaan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Strategi tersebut turut tercermin dari kualitas pembiayaan perseroan yang terus membaik. Hingga April 2026, rasio non-performing financing (NPF) BSI berada di level 1,80 persen, membaik dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 1,88 persen.

Di sisi lain, BSI terus mengakselerasi transformasi digital untuk meningkatkan kapasitas dan tata kelola usaha para pelaku SME. Salah satunya melalui penyediaan sistem manajemen kas terintegrasi BEWIZE by BSI, yang dirancang untuk mempermudah mobilitas pengelolaan keuangan pelaku usaha.

"Kami terus mengakselerasi transformasi digital untuk segmen SME guna meningkatkan kapasitas usaha dan transparansi akuntabilitas pencatatan keuangan. Salah satunya dengan menyiapkan cash management system terintegrasi BEWIZE by BSI yang memudahkan mobilitas pengelolaan usaha mereka," ujar Erwan.

Selain pembiayaan dan digitalisasi, BSI juga memperkuat program pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas melalui berbagai langkah strategis. Upaya tersebut meliputi pendampingan usaha, pelatihan, business matching, penyediaan layanan BSI UMKM Center, hingga pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM binaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM Indonesia, baik di pasar domestik maupun global.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement