Dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat sebesar Rp433,95 triliun atau tumbuh 9,09 persen yoy dibandingkan Rp397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
BTN juga mencatatkan peningkatan profitabilitas operasional yang kuat. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi mencapai Rp2,39 triliun atau meningkat 58,37 persen yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp1,51 triliun.
Sementara itu, pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun atau tumbuh 20,07 persen yoy dibandingkan Rp3,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum nasional hingga Mei 2026 tumbuh 4,96 persen yoy, sedangkan laba bersih konsolidasi BTN meningkat 54,37 persen yoy.
"Pertumbuhan kredit BTN sebesar 9,97 persen yoy juga berada di atas pertumbuhan kredit industri yang mencapai 8,62 persen yoy, sementara pertumbuhan DPK BTN sebesar 9,09 persen yoy melampaui rata-rata industri sebesar 4,29 persen yoy," tutur dia.