"Bahkan bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah, BTN tetap siap menjadi mitra dalam mewujudkan impian tersebut," ujar Nixon.
Nixon membantah anggapan bahwa perluasan lini bisnis ini akan mengaburkan fokus utama emiten pelat merah tersebut. Dia menjamin kompetensi bisnis pembiayaan perumahan (mortgage) akan tetap menjadi jantung bisnis utama BTN, sementara program ekspansi ke segmen pensiunan ini berfungsi sebagai pelengkap ekosistem layanan yang menyeluruh.
"Transformasi Beyond Mortgage yang kami jalankan bukan berarti keluar dari bisnis perumahan. Perumahan tetap menjadi inti bisnis BTN. Yang kami lakukan adalah melengkapi ekosistem layanan sehingga hubungan BTN dengan nasabah tidak berhenti setelah rumah dimiliki, tetapi terus berlanjut hingga masa pensiun. Dengan demikian, kami dapat terus menciptakan nilai tambah sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan para nasabah," ujar Nixon.
Menurutnya, seluruh proses pascatransaksi dipastikan berjalan aman berdasarkan prinsip kehati-hatian (prudence). Mengenai aspek teknis hak-hak nasabah, pihak BTN memberikan garansi penuh bahwa tidak akan ada pengurangan manfaat atau perubahan ketentuan sepihak, termasuk jaminan asuransi jiwa kredit yang melekat pada kontrak pinjaman sebelumnya.