"Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Kami menjamin seluruh hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap nyaman dan mendapatkan layanan terbaik dari BTN," kata dia.
Direktur Utama SMBC Indonesia (BTPN) Henoch Munandar menyampaikan, keputusan divestasi portofolio kredit pensiun ini merupakan bagian dari langkah strategis manajemen untuk mempertajam skala prioritas bisnis.
Perseroan meyakini BTN memiliki rekam jejak, kapabilitas digital, serta perluasan jaringan bursa yang sangat memadai untuk mengelola para nasabah purnatugas tersebut secara profesional.
Henoch memaparkan, pelepasan aset ini akan membebaskan sumber daya dan alokasi investasi SMBC Indonesia untuk digeser secara agresif ke segmen komersial lain yang menjanjikan, seperti pasar emerging affluent, affluent, korporasi besar, serta sektor usaha kecil dan menengah (UKM).