sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BTPN Syariah (BTPS) Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Perkuat Likuiditas dan Fundamental Saham

Banking editor Rohman Wibowo
07/09/2026 17:32 WIB
BTPN Syariah melakoni aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp1 triliun demi mendongkrak likuiditas perdagangan dan harga saham.
BTPN Syariah (BTPS) Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Perkuat Likuiditas dan Fundamental Saham. (Foto: iNews Media Group)
BTPN Syariah (BTPS) Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Perkuat Likuiditas dan Fundamental Saham. (Foto: iNews Media Group)

Di samping memperkuat posisi saham di pasar modal, perseroan terus memperkokoh model bisnis pembiayaan kelompok atau group financing dan pendampingan intensif bagi nasabah segmen mass market. BTPN Syariah juga memperluas diversifikasi pertumbuhan melalui fasilitas pembiayaan individu beragunan lunak yang menyasar pelaku usaha low-micro.

"Kami memperkuat pembiayaan kelompok melalui mitigasi risiko dan digitalisasi proses bisnis, sembari mengembangkan pembiayaan individu bagi nasabah ETB maupun NTB dengan outstanding mencapai Rp59,7 miliar untuk 4.398 nasabah per Juni 2026. Seluruh langkah ini berlandaskan prinsip prudent banking dan tata kelola yang baik demi menunjang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Fachmy.

Untuk memperluas sumber pendapatan berbasis komisi (fee-based income), bank meluncurkan rangkaian produk pendanaan syariah seperti distribusi sukuk ritel, bancassurance, dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD). 

Pemanfaatan likuiditas berlebih juga diarahkan pada penyaluran pembiayaan korporasi berjangka pendek ke lembaga keuangan non-bank melalui sinergi strategis bersama bank induk, PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC).

"Layanan pendanaan diperkuat dengan sukuk ritel, bancassurance syariah, dan CWLD, di samping penyaluran pembiayaan korporasi ke industri keuangan non-bank yang bersinergi dengan bank induk. Melalui berbagai strategi ini, kami memiliki keyakinan peningkatan laba bersih setelah pajak (NPAT) di 2026 akan mencapai pertumbuhan di kisaran mid-double digit," paparnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement