Solidnya fundamental perbankan tecermin langsung dari torehan kinerja keuangan perseroan pada paruh pertama tahun ini yang mencatatkan ekspansi aset dan kenaikan laba bersih secara konsisten. Kualitas pembiayaan yang dinilai membaik turut menekan rasio kerugian pembiayaan serta menjaga ketahanan modal pada level yang sangat tebal.
"Pada semester I-2026, total aset kami tumbuh 8 persen menjadi Rp23,3 triliun dan pembiayaan gross naik 9 persen mencapai Rp11 triliun dengan cadangan kerugian turun menjadi Rp869 miliar. Laba bersih tercatat Rp655 miliar, ditopang aset likuid Rp11,9 triliun, DPK Rp12,2 triliun, ekuitas Rp10,3 triliun, serta penurunan net financing loss ke 5,1 persen dengan ROA 7,2 persen dan CAR terjaga kokoh di 58,7 persen," urai Achmad. (Febrina Ratna Iskana)