Kinerja cadangan devisa pada bulan lalu tidak lepas dari aliran masuk penerimaan negara yang diimbangi dengan kewajiban pembayaran luar negeri. Selain itu, nilai akumulasi aset finansial ini masih jauh melampaui batas minimum kecukupan yang ditetapkan secara internasional.
"Perkembangan ini terutama dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, dengan posisi setara pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri," kata Denny.
BI menegaskan jumlah devisa saat ini berada di atas standar kecukupan internasional yang berkisar pada 3 bulan impor. Dengan cadangan devisa yang kokoh, bank sentral menilai posisi tersebut sangat mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan secara berkelanjutan.
Menyusul periode mendatang, bank sentral tetap optimistis terhadap ketahanan sektor eksternal yang ditunjang oleh derasnya aliran modal asing. Masuknya investasi portofolio ini didorong oleh kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
"Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik dan kami terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutur Denny. (Febrina Ratna Iskana)