Sementara itu, Financial Planner, Debora Aprianita, mengingatkan pentingnya kebiasaan finansial yang sehat di tengah kemudahan akses layanan digital. Menurutnya, generasi muda perlu memahami kondisi keuangan pribadi sebelum menggunakan layanan pendanaan digital, termasuk membedakan kebutuhan dan keinginan, menghitung kemampuan bayar, serta menghindari keputusan finansial impulsif.
“Sebelum menggunakan layanan pendanaan digital, anak muda perlu bertanya pada diri sendiri: apakah ini kebutuhan, apakah mampu membayar kembali, dan apakah layanan yang digunakan legal serta terpercaya. Literasi finansial yang baik akan membantu mereka memanfaatkan layanan digital secara lebih bijak,” kata Debora.
Melalui kegiatan ini, Fintech Academy by OVO Finansial bersama MoneyFestasi mendorong mahasiswa untuk menjadi pengguna layanan keuangan digital yang lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Edukasi mengenai pendanaan digital diharapkan tidak hanya membantu generasi muda terhindar dari risiko pinjaman ilegal dan fraud digital, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem teknologi finansial yang terpercaya, inklusif, dan berkelanjutan.
Setelah Surakarta dan Purwokerto, rangkaian roadshow Fintech Academy yang berkolaborasi dengan MoneyFestasi akan berlanjut ke sejumlah kampus lain, termasuk Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada Agustus 2026.
Melalui rangkaian ini, OVO akan menjangkau lebih dari 1.200 mahasiswa di berbagai kampus sepanjang 2026. Jumlah ini akan menambah total partisipan Fintech Academy sejak pertama kali diluncurkan menjadi lebih dari 6.200 mahasiswa di seluruh Indonesia.
(NIA DEVIYANA)