AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Cetak Laba Rp2,66 Triliun, Bank BTPN Tak Bagi Dividen Tahun Ini

BANKING
Anggie Ariesta
Minggu, 24 April 2022 10:37 WIB
PT Bank BTPN Tbk berhasil membukukan laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,66 triliun, namun tak ada dividen.
Cetak Laba Rp2,66 Triliun, Bank BTPN Tak Bagi Dividen Tahun Ini. (Foto: MNC Media)
Cetak Laba Rp2,66 Triliun, Bank BTPN Tak Bagi Dividen Tahun Ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank BTPN Tbk berhasil membukukan laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,66 triliun, lebih tinggi 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,75 triliun, dan dengan realisasi 32 persen di atas target.

Namun, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank BTPN Tbk (BTPN) sepakat untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Seluruh laba yang didapat, setelah dikurangi penyisihan wajib akan digunakan sebagai laba ditahan.

“Kami mengapresiasi para pemegang saham yang telah memutuskan untuk menggunakan laba bersih sebagai cadangan wajib dan laba ditahan. Ini merupakan komitmen kuat dari pemegang saham dalam mendukung rencana pertumbuhan dan pengembangan bisnis Bank BTPN kedepan,” kata Direktur Kepatuhan Bank BTPN, Dini Herdini, dalam keterangan resmi di keterbukaan informasi BEI, dikutip Minggu (24/4/2022).

Pada tahun 2022, Bank BTPN akan fokus untuk menumbuhkan penyaluran kredit dengan menerapkan selera risiko melalui bisnis rantai nilai (value chain).

"Di samping itu, Bank BTPN juga akan fokus untuk meningkatkan kemampuan Jenius sebagai platform, mengoptimalkan saluran distribusi, menambah kolaborasi lintas unit bisnis, dan melakukan kemitraan strategis dengan ekosistem pasar,” ujar Dini.

Total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Desember 2021 tercatat sebesar Rp135,60 triliun, dengan segmen korporasi, komersial, dan syariah membukukan pertumbuhan kredit sebesar 9 persen.

Per 31 Desember 2021, Bank BTPN mencatat kenaikan aset sebesar 5 persen dari Rp183,17 triliun menjadi Rp191,92 triliun, dengan rasio kecukupan modal mencapai 26,2 persen, liquidity coverage ratio (LCR) 187,3 persen, dan net stable funding ratio (NSFR) 126,6 persen.

Strategi Bank BTPN lainnya adalah meningkatkan current account savings account (CASA) dan pendapatan dari biaya dan komisi, serta transaksi mata uang asing, dengan mengembangkan proposisi nilai pelanggan, kapabilitas, produk, dan layanan. 

Menurut Dini, Bank BTPN juga akan menerapkan keunggulan operasional melalui digitalisasi dan terus membangun kapabilitas keamanan digital. 

"Selain itu perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan, serta penguatan sumber daya manusia, manajemen risiko, kepatuhan dan tata kelola yang baik, juga menjadi prioritas Bank BTPN pada tahun 2022,” ungkap Dini. 

Selanjutnya, RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan masa tugas yang akan berakhir pada RUPST tahun 2025, kecuali Ongki Wanadjati Dana yang telah memberikan pernyataan tidak bersedia meneruskan jabatannya sebagai Direktur Utama dan RUPST telah menerima pernyataan tersebut dengan baik. RUPST selanjutnya setuju untuk mengangkat Ongki sebagai Komisaris Bank BTPN efektif sejak ditutupnya Rapat. 

Sebelumnya, Bank BTPN mengusulkan untuk mengangkat Adrianus Dani Prabawa menempati posisi tertinggi di manajemen, menggantikan Ongki. Namun, Dani, yang telah lulus uji kepatutan dan kelayakan Otoritas Jasa Keuangan, meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 2022. 

Dengan demikian, RUPST memutuskan untuk mengosongkan posisi direktur utama untuk sementara waktu, dan menunjuk Kaoru Furuya sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama sampai dengan Bank BTPN mengangkat Direktur Utama secepat-cepatnya pada RUPS Luar Biasa tahun 2022 atau selambat-lambatnya pada RUPST tahun 2023. 

“Dewan Komisaris serta Direksi Bank BTPN menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Ongki atas kepemimpinan serta kontribusi beliau mengawal Bank BTPN pasca penggabungan usaha dan menjadi bagian dari grup Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Kami mengucapkan selamat dan menghaturkan sukses senantiasa mengiringi Pak Ongki atas tugas barunya sebagai anggota Dewan Komisaris,” tutup Dini. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD