Di sektor intermediasi, Citi Indonesia mempertahankan momentum penyaluran kredit yang tumbuh 8,05 persen secara tahunan dan naik 11,05 persen dibandingkan posisi akhir 2025 hingga mencapai Rp29,9 triliun.
Penyaluran pembiayaan ini dibarengi dengan kualitas aset yang prima, ditandai oleh rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang sangat rendah di angka 0,19 persen.
Ketahanan permodalan perseroan juga berada dalam posisi solid dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR/KPMM) sebesar 31,43 persen, atau jauh melampaui ketentuan minimum regulator serta Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 276,26 persen.
Batara menuturkan, Citi Indonesia terus berkomitmen mendampingi pertumbuhan nasabah melalui optimalisasi tiga pilar bisnis inti yang saling terhubung, yaitu Banking, Markets, dan Services, sembari mengantisipasi dinamika pasar dengan prinsip kehati-hatian.
Pada segmen Services, Citi Indonesia mencatatkan kinerja positif YoY pada kuartal II-2026 yang didorong oleh kenaikan saldo rata-rata sebesar 16 persen dan peningkatan transaksi kartu komersial hingga 254 persen.