AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Data Bank Indonesia Dibobol, BSSN: Bukan Data Kritikal

BANKING
Intan Rakhmayanti Dewi
Kamis, 20 Januari 2022 18:20 WIB
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengakui adanya kebocoran data yang menimpa Bank Indonesia (BI) cabang Bengkulu yang dilakukan oleh hacker.
Data Bank Indonesia Dibobol, BSSN: Bukan Data Kritikal (FOTO: Ilustrasi MNC Media)
Data Bank Indonesia Dibobol, BSSN: Bukan Data Kritikal (FOTO: Ilustrasi MNC Media)

IDXChannel - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengakui adanya kebocoran data yang menimpa Bank Indonesia (BI) cabang Bengkulu yang dilakukan oleh hacker. Namun yang bocor dipastikan bukan data kritikal.

Juru Bicara BSSN Anton Setiawan mengatakan serangan tersebut sudah dilaporkan oleh pihak BI pada 17 Desember 2021.

Kedua pihak langsung melakukan koordinasi untuk melakukan mitigasi terhadap insiden tersebut.

"Tim BSSN dan BI melakukan verifikasi terhadap konten dari data yang tersimpan. Data yang tersimpan diindikasikan merupakan data milik Bank Indonesia cabang Bengkulu," kata Anton, Kamis (20/1/2022).

Hasilnya, terdapat 16 PC yang terdampak atas serangan ini. Adapun data yang dicuri adalah data pekerjaan personal di PC pada kantor cabang tersebut.

"Tidak ada data terkait sistem kritikal di RI," terang Anton.

Sebelumnya, peneliti keamanan dark web yang dikenal sebagai Dark Tracer mengungkap kejadian tersebut.

Data-data itu dikatakan sebagai hasil retasan kelompok peretas, geng ransomware Conti.

"[ALERT] Geng ransomware Conti telah mengumumkan "BANK OF INDONESIA" dalam daftar korbannya," tulis Dark Tracer di akun Twitternya.

Dark Tracer melampirkan tangkapan layar pengumuman geng ransomware Conti di situsnya di jaringan dark web.

Kemudian akun itu juga membagikan potongan tangkapan layar dari situs gelap geng ransomware Conti. Terlihat tampilan file yang dinamai corp.bi.go.id.

Dari tangkapan layar menampilkan file-file yang diduga milik Bank Indonesia yang berhasil disusupi. File yang muncul baru 1 persen dengan ukuran 487,09 MB. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD