"Karena di Bank Indonesia kan masing-masing ADG punya bidang-bidang yang akan dibawahi, walaupun itu sifatnya enggak statis, karena nanti kita bisa akan tukar, dua tahun sekali mungkin kita tukar," katanya.
Destry menjelaskan, pemetaan serta pembagian tugas tiap-tiap ADG nantinya diselaraskan dengan tanggung jawab dalam mengawasi berbagai departemen strategis di BI, mulai dari sektor kebijakan ekonomi dan moneter, makroprudensial, hingga akselerasi pendalaman pasar keuangan.
Penetapan pembagian bidang tersebut dinilai vital agar operasional kepemimpinan bank sentral dapat langsung berjalan optimal serta memiliki pembagian peran yang tegas.
"Nah itu yang pasti kita akan lakukan, pertama supaya aktivitas kerja dan tanggung jawab juga langsung jalan lebih clear, itu sih. Itu yang pertama sih itu," katanya.
(Dhera Arizona)