AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Diburu Investor, Green Bond BBNI Oversubscribe Empat Kali

BANKING
Anggie Ariesta
Rabu, 15 Juni 2022 15:51 WIB
Emiten BUMN perbankan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyampaikan green bond yang diterbitkan perseroan mematik minat investor.
Diburu Investor, Green Bond BBNI Oversubscribe Empat Kali. (Foto: MNC Media)
Diburu Investor, Green Bond BBNI Oversubscribe Empat Kali. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten BUMN perbankan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyampaikan green bond yang diterbitkan perseroan mematik minat investor, hingga mengalami oversubscribe sebanyak empat kali.

Direktur Treasury dan International BNI, Henry Panjaitan mengatakan, Perseroan telah melaksanakan book building dan telah menerima minat investor sebesar Rp21 triliun atau empat kali dari target penerbitan sebesar Rp5 triliun.

“Proses penawaran memang masih berlangsung. Namun kami sangat optimistis dengan kredibilitas kami sebagai pioneer green banking dan disertai dengan berbagai langkah strategis kami mendorong pengembangan ekonomi hijau di Indonesia,” kata Henry dalam keterangan resminya, Rabu (15/6/2022).

Dalam Prospektus Ringkasnya yang diterbitkan Senin (13/6), BNI mengumumkan akan menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok Rp5 triliun. Surat utang ini diputuskan untuk dibagi dalam 2 seri yakni Seri A jumlah pokok Rp4 triliun dengan jangka waktu 3 tahun, dan Seri B jumlah pokok Rp1 triliun dengan jangka waktu 5 tahun.

Henry menambahkan bahwa BNI telah memperoleh hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo untuk periode 8 Maret 2022 sampai dengan 1 Maret 2023 dengan peringkat idAAA atau triple A.

Dana yang diperoleh dari penawaran umum Green Bond akan digunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) seperti proyek-proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, penggunaan sumber daya alam dan penggunaan tanah yang berkelanjutan.

“Di luar itu, kami juga akan gunakan untuk konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, Gedung berwawasan lingkungan, dan pertanian berkelanjutan, hal ini sejalan dengan BNI green bond framework,” pungkas Henry. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD