IDXChannel - Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam memperkuat corporate culture sekaligus mematangkan persiapan melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun depan.
Agus mengatakan, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026 untuk memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” kata Agus dikutip Minggu (25/1/2026).
Dia menambahkan, inisiatif pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal melalui pengembangan dua data center modern, perbaikan sistem inti perbankan, serta penguatan keamanan siber yang ditargetkan rampung pada September 2026.
Inisiatif kedua mencakup pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang dirancang lebih aman, cepat, dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat Jakarta. Aplikasi tersebut ditargetkan meluncur pada Juni 2026 setelah memenuhi seluruh ketentuan regulator.
"Inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk melalui persiapan peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah," katanya.
Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung percaya diri Bank Jakarta dapat melantai di bursa atau IPO tahun depan.
Menurutnya, pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama bagi Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri sebagai perusahaan terbuka. Seperti membangun budaya kerja sejak dini dan melekat pada seluruh insan Bank Jakarta.
Corporate culture yang kuat akan menentukan arah, kualitas kinerja, dan daya saing bank, khususnya dalam menghadapi tuntutan transparansi sebagai perusahaan publik.
“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan,” kata Pramono.
Selain budaya kerja, Pramono menekankan pentingnya membangun teamwork yang efektif dengan mengedepankan pola kerja work smart. Dia menilai, sektor perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan.
Dia berharap nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi, dan kemampuan problem solving menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kerja Bank Jakarta. Dengan konsistensi tersebut, Pramono optimistis Bank Jakarta dapat melantai di bursa pada tahun depan.
“Saya yakin mudah-mudahan tahun depan Bank Jakarta sudah IPO, menjadi milik publik, dipercaya publik, dan teamwork-nya semakin solid serta berorientasi memberi kontribusi bagi Jakarta,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)