sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dirut BRI Sebut Industri Perbankan Nasional Solid di Tengah Kenaikan Suku Bunga dan Inflasi Terjaga

Banking editor Anggie Ariesta
31/08/2026 11:01 WIB
Dirut BRI menilai fundamental industri perbankan nasional tetap kokoh dan berdaya tahan (resilient) pada kuartal II-2026.
Dirut BRI Sebut Industri Perbankan Nasional Solid di Tengah Kenaikan Suku Bunga dan Inflasi Terjaga. (Foto: iNews Media Group)
Dirut BRI Sebut Industri Perbankan Nasional Solid di Tengah Kenaikan Suku Bunga dan Inflasi Terjaga. (Foto: iNews Media Group)

Dari sisi manajemen risiko, kualitas aset perbankan nasional menunjukkan tren perbaikan. Rasio Loan at Risk (LAR) industri berhasil ditekan dari 8,9 persen pada triwulan I-2026 menjadi 8,5 persen pada kuartal II-2026.

Kondisi likuiditas perbankan secara umum juga berada pada posisi yang sangat memadai (ample), yang tecermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) industri di level 88,3 persen. Sementara itu, tingkat profitabilitas perbankan terjaga stabil dengan Return on Assets (ROA) industri di posisi 2,5 persen.

"Jadi secara keseluruhan kami melihat industri perbankan Indonesia tetap kuat dan resilient dengan intermediasi yang semakin ekspansif dan kualitas aset yang membaik," ujar Hery.

Adapun BRI berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp31,2 triliun pada kuartal II-2026, atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement