IDXChannel–Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa, menyoroti sejumlah persoalan dalam paparan Kementerian Pariwisata terkait rencana kerja dan anggaran 2027. Salah satunya adalah tentang pengukuran dampak ekonomi dari penyelenggaraan event pariwisata yang dinilai belum didukung metodologi yang kuat.
Eva menilai terdapat kesenjangan antara pagu anggaran yang tersedia dengan kebutuhan ideal. Kondisi tersebut berpotensi membuat sejumlah program strategis pariwisata tidak berjalan secara optimal.
“Berkait dengan anggaran yang gap-nya cukup besar, yang mana pagunya ini hanya sekitar separuh dari kebutuhan ideal. Sehingga banyak program yang strategis ini, dengan potensi tidak optimal,” ujar Eva dalam rapat Komisi VII DPR RI, Senin (31/8/2026).
Selain anggaran, Eva menyoroti pengukuran dampak ekonomi dari event pariwisata. Menurutnya, angka transaksi event masih berdasarkan laporan penyelenggaraan dan belum disertai analisis dampak ekonomi yang komprehensif.
Eva menilai pengukuran tersebut perlu diperkuat untuk memastikan proyeksi dampak ekonomi event dapat dipertanggungjawabkan. Dalam paparannya, terdapat proyeksi dampak ekonomi event yang mencapai Rp25 triliun, tetapi metode pengukurannya dinilai belum independen.