Aditya menambahkan, permintaan pembiayaan dari segmen korporasi umumnya berkaitan dengan kebutuhan menjaga arus kas, restrukturisasi aktivitas usaha, hingga penyesuaian rencana ekspansi.
Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, perbankan cenderung melakukan penyaluran kredit secara selektif dengan mempertimbangkan prospek usaha dan kapasitas pembayaran debitur.
Pendekatan tersebut dinilai sebagai bagian dari fungsi intermediasi yang berjalan seiring dengan pengelolaan risiko, tanpa mengabaikan kebutuhan dunia usaha terhadap akses pembiayaan.
“Pembiayaan korporasi tetap dibutuhkan oleh dunia usaha, terutama untuk menopang kegiatan produksi dan investasi. Namun, penyalurannya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan profil masing-masing sektor,” katanya.
Salah satu bank yang aktif menyalurkan pembiayaan korporasi adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS. Bank ini menyediakan pembiayaan bagi debitur korporasi dengan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha, mencakup berbagai sektor ekonomi.