“Kunci keberhasilan pembiayaan korporat saat ini adalah keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengendalian risiko. Bank yang mampu menjaga kualitas portofolio sambil tetap mendukung kebutuhan dunia usaha akan memiliki daya tahan yang lebih kuat,” ujarnya.
Hingga akhir September 2025, total kredit yang disalurkan BWS tercatat sebesar Rp46,11 triliun, dengan porsi signifikan berasal dari segmen non-UMKM, termasuk pembiayaan korporasi dan komersial.
Pada periode yang sama, total aset bank mencapai Rp59,63 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (KPMM) berada di level 32,25 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Likuiditas bank juga terjaga, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 167,16 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 108,57 persen. Kondisi ini memberikan ruang yang memadai bagi bank untuk mendukung pembiayaan jangka menengah dan panjang.
Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,35 persen dan NPL net sebesar 1,28 persen, yang masih berada dalam batas aman industri perbankan. (Aldo Fernando)