Pertama, dia menegaskan bahwa menjaga stabilitas sistem keuangan menjadi jangkar utama kebijakan OJK. Di samping itu dia juga menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan publik, mendorong sektor jasa keuangan yang kontributif bagi pembangunan ekonomi nasional, memperkuat pengawasan terintegrasi, mempercepat pendalaman pasar, melindungi konsumen dan masyarakat, memperkuat kelembagaan dan internal OJK, serta meneguhkan sinergi dengan para pemangku kepentingan.
"Itu semua tujuannya adalah untuk sektor jasa keuangan yang stabil, terpercaya, inklusif, dan kontributif dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional untuk Indonesia maju menuju Indonesia emas 2045," kata Kiki.
Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut hanya dapat berjalan efektif melalui sinergi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian dan lembaga, DPR RI, serta kerja sama internasional.
"Kemampuan OJK yang kuat, visioner, dan berintegritas untuk memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional inklusif, berdaya saing global, dan berkelanjutan untuk Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045," tururnya.
(NIA DEVIYANA)