AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Fitur Layanan Makin Lengkap, Net Interest Income Bank Neo (BBYB) Tumbuh 302 Persen

BANKING
Taufan Sukma/IDX Channel
Senin, 01 Agustus 2022 07:03 WIB
berbagai layanan baru ini juga yang juga menjadi penopang atas meningkatnya kinerja bank berkode saham BBYB ini di sepanjang Semester I tahun ini.
Fitur Layanan Makin Lengkap, Net Interest Income Bank Neo (BBYB) Tumbuh 302 Persen (foto: MNC Media)
Fitur Layanan Makin Lengkap, Net Interest Income Bank Neo (BBYB) Tumbuh 302 Persen (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) memamerkan kesuksesannya mendongkrak pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi Rp547 miliar pada akhir Juli 2022, tumbuh 302 persen dibanding posisi akhir Juni 2022.

Lompatan signifikan tersebut diklaim sebagai buah dari semakin lengkapnya berbagai layanan dan fitur yang mampu dihadirkan perusahaan lewat aplikasi Neobank.

“Dalam satu tahun terakhir, kami secara konsisten terus menambah berbagai layanan dan fitur keuangan digital yang benar-benar bermanfaat dan digunakan oleh nasabah BNC," ujar Direktur Utama BNC, Tjandra Gunawan, dalam keterangan resminya, Minggu (31/7/2022).

Menurut Tjandra, berbagai layanan baru ini juga yang juga menjadi penopang atas meningkatnya kinerja bank berkode saham BBYB ini di sepanjang Semester I tahun ini.

Dalam enam bulan pertama 2022, penyaluran total kredit BNC tercatat mencapai Rp7 triliun, melonjak hingga 84,2 persen dibandingkan dengan posisi 30 Juni 2021 yang sebesar Rp3,8 triliun.

Moncernya penyaluran diantaranya didapat lewat jalur digital atau online, di mana jenis layanan ini diklaim menjadi favorit bagi masyarakat dengan kemudahan dan efisiennya proses penyaluran, sehingga turut mendongkrak transaksi kredit pada triwulan II-2022 secara signifikan.

Sedangkan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) juga melonjak menjadi Rp176,1 miliar pada Juni 2022. Capaian ini bahkan melonjak hingga 973,8 persen bila dibandingkan posisi pada Juni 2021.

Hingga semester I-2022 BNC tercatat masih mengalami rugi bersih sebesar Rp611,4 miliar, di mana terjadi tren penurunan catatan rugi secara konsisten dalam enam bulan terakhir. Hal tersebut terlihat dari data bahwa pada Januari 2022 perusahaan masih menderita rugi Rp159,9 miliar, dan terus terjadi tren penurunan, hingga pada Juni 2022 bahkan BNC telah berhasil membukukan laba sebesar Rp5,6 miliar. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD