AALI
9575
ABBA
236
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
780
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6950
ADHI
810
ADMF
8075
ADMG
175
ADRO
2930
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
685
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1050
AKSI
292
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.66
-0.55%
-2.95
IHSG
6964.83
-0.45%
-31.63
LQ45
1002.17
-0.54%
-5.47
HSI
22174.96
-1.09%
-244.01
N225
26808.88
-0.89%
-240.59
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
867,540 / gram

Gubernur BI Sebut Performa Kredit Perbankan Tumbuh 9,03 Persen

BANKING
Michelle Natalia
Kamis, 23 Juni 2022 18:16 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan.
Gubernur BI Sebut Performa Kredit Perbankan Tumbuh 9,03 Persen. (Foto: MNC Media)
Gubernur BI Sebut Performa Kredit Perbankan Tumbuh 9,03 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan April 2022 tetap tinggi sebesar 24,28%.

Begitu pula dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap terjaga, yakni 3% (bruto) dan 0,83% (neto). Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,93% (yoy), sementara intermediasi perbankan pada Mei 2022 melanjutkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya dengan pertumbuhan kredit sebesar 9,03% (yoy). 

"Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh kelompok bank dan hampir di seluruh sektor ekonomi, terutama pada segmen kredit Korporasi dan UMKM, seiring berlanjutnya pemulihan aktivitas korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, standar penyaluran kredit perbankan tetap longgar, terutama di sektor Perdagangan, Industri, dan Pertanian seiring membaiknya persepsi risiko kredit," ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Kamis(23/6/2022).

Dari sisi permintaan, pemulihan kinerja korporasi terus berlanjut, tercermin dari perbaikan penjualan yang selanjutnya meningkatkan permintaan pendanaan perbankan, kemampuan membayar, dan belanja modal korporasi. Pertumbuhan kredit UMKM juga meningkat sebesar 16,97% (yoy) pada Mei 2022. 

"Bank Indonesia terus mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor prioritas dan inklusif, serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas lainnya dan dunia usaha untuk mengakselerasi pemulihan intermediasi guna memperkuat momentum pemulihan ekonomi," ucapnya.

Sementara itu, suku bunga perbankan terus mengalami penurunan sejalan dengan tren menurunnya risiko kredit. Di pasar uang, suku bunga IndONIA pada Mei 2022 stabil sebesar 2,79% dibandingkan dengan Mei 2021. Di pasar dana, suku bunga deposito 1 bulan perbankan turun sebesar 75 bps sejak Mei 2021 menjadi 2,86% pada Mei 2022.

"Di pasar kredit, suku bunga kredit menunjukkan penurunan 52 bps pada periode yang sama, di tengah membaiknya persepsi risiko perbankan. Bank Indonesia memandang peran perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan, termasuk melalui penurunan suku bunga kredit, dapat ditingkatkan guna makin mendorong pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD