AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Hingga Pertengahan Oktober 2021, BTN (BBTN) Salurkan 110 Ribu Unit KPR Subsidi

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 18 Oktober 2021 06:29 WIB
Perseroan juga telah menggelar akad kredit massal sebanyak 3.000 unit di seluruh Indonesia.
Hingga Pertengahan Oktober 2021, BTN (BBTN) Salurkan 110 Ribu Unit KPR Subsidi (FOTO:MNC Media)
Hingga Pertengahan Oktober 2021, BTN (BBTN) Salurkan 110 Ribu Unit KPR Subsidi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat, hingga pertengahan Oktober telah menyalurkan sebesar 110.000 unit KPR subsidi, dimana hingga akhir tahun ditargetan seluruhnya mencapai 130 ribu hingga 140 ribu KPR subsidi

Perseroan juga telah menggelar akad kredit massal sebanyak 3.000 unit di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Habitat Dunia yang diperingati setiap hari Senin minggu pertama bulan Oktober. 

Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, akad massal ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun ini untuk membantu meningkatkan perekonomian ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. 

“KPR yang diakadkan terdiri dari KPR FLPP dan BP2PT. Ini untuk menghabiskan sisa kuota FLPP yang akan habis pada Oktober 2021 ini,” ujar Nixon saat Akad Kredit Massal dengan tema "di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021). 

Menurut Nixon, terselenggaranya akad kredit massal ini berkat kolaborasi Bank BTN dengan developer yang memiliki kondisi rumah sesuai ketentuan dan siap dilakukan akad. Adapun daerah yang melakukan akad terbanyak ada di Bekasi. Hal ini dikarenakan potensi perumahan subsidi yang tersebar diwilayah Bekasi yang cukup besar. 

Lebih lanjut Nixon menuturkan, Pasuruan menjadi pusat akad kredit massal dikarenakan potensi pengembangan perumahan subsidi cukup potensial di wilayah tersebut. Selain itu pemerintahnya juga sangat mendukung dalam hal pemenuhan perumahan subsidi. 

“Akad kredit massal selain memperingati hari Habitat Dunia, Jawa timur juga tengah merayakan HUT ke-76 hari berdirinya provinsi Jawa Timur yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober, hal ini menjadi dasar pemilihan kabupaten Pasuruan untuk mewakili Jawa Timur sebagai host pelaksanaan akad massal,” katanya. 

Tahun depan, lanjut Nixon, prospek pertumbuhan ekonomi akan semakin cerah seiring melandainya kasus Covid-19 di Indonesia. Hal ini diharapkan diikuti oleh peningkatan ekonomi dari berbagai sektor sehingga dapat berimplikasi dalam pembelian properti di tahun depan. 

Selain itu juga didukung banyaknya kerjasama perseroan dengan developer - developer yang memiliki potensi perumahan untuk mendukung penyaluran KPR Bersubsidi serta penyempurnaan yang dilakukan sehingga membantu proses pecepatan akad KPR Bersubsidi. 

“BTN juga melakukan kerjasama yang baik antar stakeholder lainnya untuk menciptakan pasokan dan permintaan perumahan KPR Subsidi dan tentunya dukungan pemerintah dalam mendorong percepatan realisasi KPR Bersubsidi,” terangnya. 

Menurut Nixon, Bank BTN terus berupaya meningkatkan penyaluran FLPP khususnya di luar Pulau Jawa dengan mengembangkan proses bisnis dan kebijakan yang sifatnya regional customize di masing-masing wilayah. 

“Hal Ini tentunya sesuai dengan permasalahan dan tantangan yang dihadapi, baik itu hubungan dengan legalitas, penguasaan lahan, perizininan atau kondisi lain yang menjadi kendala dalam penyaluran FLPP,” ujarnya. 

Direktur Consumer & Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar menambahkan, perseroan terus berkomitmen untuk mendorong laju penyaluran pembiayaan perumahan khususnya KPR Sejahtera FLPP, dimana Bank BTN kembali mendapatkan kepercayaan dari Kementerian PUPR khususnya PPDPP untuk menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 113.662 unit selama tahun 2021. 

Bank BTN mengucapkan terima kasih atas support dan kepercayaan yang diberikan Kementerian PUPR khususnya PPDPP atas amanah yang diberikan kepada perseroan. 

"Sebagai salah satu strategi percepatan penyaluran KPR Sejahtera FLPP dimaksud, kami melaksanakan kegiatan Akad Kredit Massal BTN dengan tema “Build for Better Living” secara serentak di seluruh Kantor Cabang Bank BTN se-Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2021 dengan seremonial yang dipusatkan di Pasuruan Jawa Timur," jelas Hirwandi. 

Dia menegaskan, pelaksanaan kegiatan akad kredit massal ini juga menandai komitmen Bank BTN untuk menghabiskan kuota

KPR Sejahtera FLPP yang telah diberikan oleh Pemerintah dan bulan Oktober 2021 ini direncanakan penyaluran KPR Sejahtera FLPP tahun 2021 akan berakhir. 

"Debitur yang melakukan akad massal terdiri dari sektor pekerjaan ASN, TNI, Polri, pegawai Swasta, wirausaha dan pegawai BUMN dan lainnya," tegasnya. 

Hirwandi mengungkapkan, setiap hari Senin minggu pertama bulan Oktober diperingati sebagai Hari Habitat Dunia dimana tahun ini Kementerian PUPR turut serta memperingati hari Habitat dengan tema 

“Accelerating Urban Action for Carbon Free World Adapting Cities for Climate Resilience”. Bank BTN turut memperingati Hari Habitat Dunia dimana pada kegiatan akad kredit massal juga dilakukan penanaman bibit pohon di sekitar perumahan. 

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman Kementerian PUPR R Haryo Bekti Martoyoedo mengungkapkan program perumahan ini merupakan amanat UUD dan ini menjadi kewajiban bersama dan juga mendorong kemajuan sektor properti. Besar harapan rumah mbr lebih dekat dan murah yang berkualitas dengan ramah lingkungan. 

Saat ini pemerintah terus melakukan upaya agar sektor properti tumbuh kedepan dengan berbagai kebijakan seperti subsidi dengan skema FLPP tahun ini mencapai 157 ribu unit dan BP2BT dengan target 39 ribu unit pada tahun ini. "Kami optimis penyaluran dana subsidi ini targetnya akan tercapai," pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD