AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Jago IT, Petani dan Tukang Bangunan Ini Bobol 14 Rekening Nasabah Rp2 Miliar

BANKING
Erfan Maruf
Rabu, 13 Oktober 2021 15:05 WIB
Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang yang diduga membobol 14 rekening nasabah bank swasta dengan total Rp2 miliar.
Jago IT, Petani dan Tukang Bangunan Ini Bobol 14 Rekening Nasabah Rp2 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang yang diduga membobol 14 rekening nasabah bank swasta dengan total Rp2 miliar. Kedua pelaku ternyata berprofersi sebagai petani dan tukang bangunan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ada empat orang yang terlibat dalam pembobolan akses nasabah. Dua di antaranya telah ditangkap berinisial O dan D sementara dua lagi masih dalam pengejaran. 

"Para pelaku ini bekerja sebagai petani namun memiliki keahlian di bidang IT. Mereka bekerja serabutan, seperti yang DPO ini merupakan tukang bangunan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (13/10/2021). 

Lebih lanjut Yusri mengatakan, kedua tersangka di tangkap di wilayah Sumatera Selatan pada akhir Oktober 2021. Di kampung tersebut terkenal dengan masyarakat yang ahli bermain IT. 

"Dari pengakuan tersangka dia belajar secara otodidak. Dan memang di daerah tersebut terkenal. Beberapa kasus di ungkap juga berasal dari daerah tersebut," jelasnya. 

Kasus tersebut terungkap saat 14 nasabah bank swasta tersebut mengaku pada pihak bank. Dalam pengakuannya seluruh saldo rekening habis padahal tidak melakukan transaksi. 

Tersangka mengawali aksinya dengan menelepon korban dan mengaku sebagai pegawai bank swasta tersebut. Setelah terpengaruh, korban kemudian diminta untuk login ke satu akun dan memasukan data serta kode OTP.

"Disitulah kemudian pelaku mendapatkan data akun jenius milik nasabah dan mengambil alih semua isi rekening nasabah dengan mentransfer isinya ke rekening pribadi," terang Yusri.

Para tersangka dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 208 tentang ITE. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD