AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Jago IT, Petani dan Tukang Bangunan Ini Bobol 14 Rekening Nasabah Rp2 Miliar

BANKING
Erfan Maruf
Rabu, 13 Oktober 2021 15:05 WIB
Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang yang diduga membobol 14 rekening nasabah bank swasta dengan total Rp2 miliar.
Jago IT, Petani dan Tukang Bangunan Ini Bobol 14 Rekening Nasabah Rp2 Miliar (FOTO: MNC Media)
Jago IT, Petani dan Tukang Bangunan Ini Bobol 14 Rekening Nasabah Rp2 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang yang diduga membobol 14 rekening nasabah bank swasta dengan total Rp2 miliar. Kedua pelaku ternyata berprofersi sebagai petani dan tukang bangunan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ada empat orang yang terlibat dalam pembobolan akses nasabah. Dua di antaranya telah ditangkap berinisial O dan D sementara dua lagi masih dalam pengejaran. 

"Para pelaku ini bekerja sebagai petani namun memiliki keahlian di bidang IT. Mereka bekerja serabutan, seperti yang DPO ini merupakan tukang bangunan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (13/10/2021). 

Lebih lanjut Yusri mengatakan, kedua tersangka di tangkap di wilayah Sumatera Selatan pada akhir Oktober 2021. Di kampung tersebut terkenal dengan masyarakat yang ahli bermain IT. 

"Dari pengakuan tersangka dia belajar secara otodidak. Dan memang di daerah tersebut terkenal. Beberapa kasus di ungkap juga berasal dari daerah tersebut," jelasnya. 

Kasus tersebut terungkap saat 14 nasabah bank swasta tersebut mengaku pada pihak bank. Dalam pengakuannya seluruh saldo rekening habis padahal tidak melakukan transaksi. 

Tersangka mengawali aksinya dengan menelepon korban dan mengaku sebagai pegawai bank swasta tersebut. Setelah terpengaruh, korban kemudian diminta untuk login ke satu akun dan memasukan data serta kode OTP.

"Disitulah kemudian pelaku mendapatkan data akun jenius milik nasabah dan mengambil alih semua isi rekening nasabah dengan mentransfer isinya ke rekening pribadi," terang Yusri.

Para tersangka dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 208 tentang ITE. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD