AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Jutaan Pengguna Facebook Diduga Terjebak Phishing

BANKING
Siska Permata Sari
Senin, 13 Juni 2022 03:30 WIB
Perusahaan anti-phishing PIXM menemukan serangan tipuan atau phishing skala besar yang menimpa jutaan pengguna Facebook.
Jutaan Pengguna Facebook Diduga Terjebak Phishing
Jutaan Pengguna Facebook Diduga Terjebak Phishing

IDXChannel - Perusahaan anti-phishing PIXM menemukan serangan tipuan atau phishing skala besar yang menimpa jutaan pengguna Facebook. PIXM menemukan bahwa situs palsu untuk membuka Facebook digunakan sebagai metode untuk mencuri data atau informasi pengguna.

Tak main-main, phising tersebut telah memberikan keuntungan besar bagi pelaku. Hal itu turut diungkap perusahaan keamanan siber Cerberus Sentinel.

“Sungguh mengesankan jumlah pendapatan yang dapat dihasilkan oleh pelaku bahkan tanpa menggunakan ransomware atau bentuk penipuan umum lainnya seperti meminta kartu hadiah atau permintaan PayPal darurat,” kata Chris Clements, wakil presiden arsitektur solusi di perusahaan keamanan siber Cerberus Sentinel, dikutip dari Tech Republic, Minggu (12/6/2022).

Lebih lanjut, PIXM menggali lebih dalam dan menemukan salah satu halaman phishing yang menghosting tautan ke aplikasi pemantauan lalu lintas publik yang terbuka. Melalui aplikasi tersebut, mereka menemukan bahwa pada tahun 2021, 2,7 juta pengguna mengunjungi salah satu situs phishing melonjak hingga 8,5 juta tahun ini. 

PIXM juga menemukan potongan kode umum di semua halaman phishing, yang merujuk pada situs web yang disita dan ditutup oleh lembaga penegak hukum. Diduga, itu milik seorang pria Kolombia, salah satunya Rafael Dorado, demikian dilansir dari Tech Radar.

“Agar tetap aman, pengguna harus waspada terhadap jenis kampanye penipuan yang dilakukan penjahat dunia maya dan tetap waspada,” kata Clements. 

Dia juga menyarankan agar setiap pengguna lebih berhati-hati terhadap setiap permintaan yang tidak biasa dari kontak media sosial mereka. “Harus diverifikasi secara independen melalui cara yang berbeda seperti menelepon teman Anda untuk memvalidasi tindakan yang mereka minta adalah sah,” ujarnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD