"Dengan payout ratio sekitar 65 persen dari laba bersih, kebijakan ini memberi sinyal bahwa kinerja bank cukup kuat untuk memberikan return kepada investor," ujar Nadia dalam keterangan pers Selasa (10/3/2026).
Tak hanya itu, payout ratio sekitar 65 persen dari laba bersih itu juga masih menyisakan ruang bagi laba ditahan. Tujuannya tentu untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi bisnis bagi bank itu sendiri.
Nadia juga menambahkan, konsistensi pembayaran dividen amat penting bagi perbankan. Sebab hal itu bisa menjadi indikator jika bank tersebut memang dikelola secara profesional dan bisa meningkatkan kepercayaan investor dan masyarakat luas.
"Dalam sektor perbankan, konsistensi pembayaran dividen sering menjadi indikator stabilitas dan tata kelola yang baik, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan ditengah ketidakpastian global saat ini," tutur dia.
(kunthi fahmar sandy)