"Absennya kedua hal ini menjadi indikasi bahwa kondisi makroekonomi domestik lebih resilien dibandingkan yang sebelumnya dikhawatirkan, atau terdapat optimisme bahwa tekanan akibat kenaikan harga energi dan pelemahan rupiah hanya bersifat sementara," tulis Stockbit dalam risetnya.
(DESI ANGRIANI)