Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi yang semakin terarah, khususnya melalui pendekatan berbasis ekosistem yang memungkinkan BRI memperluas penetrasi pasar sekaligus memperluas basis nasabah secara lebih berkualitas.
Sementara itu, kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan yang solid. Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan secara signifikan hingga 7,6 persen pada 2025, dari level yang lebih tinggi pada tahun-tahun sebelumnya.
Perbaikan ini berjalan seiring dengan penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan CASA dan DPK, yang memastikan pertumbuhan kredit tetap sehat dan berkelanjutan.
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. mengatakan salah satu fokus utama dalam transformasi ini adalah pilar Revamp Existing Core, yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis Commercial melalui penguatan value chain nasabah serta peningkatan transaksi.
“Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah. Segmen middle market memiliki peran penting dalam rantai pasok perekonomian nasional, sekaligus menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem,” ujarnya.