"Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit (lending appetite) juga masih longgar serta didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap tinggi yaitu mencapai sebesar 10,21 persen (year on year)," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Bank Indonesia mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit pada 2026 di kisaran 8-12 persen.
Bank sentral juga berharap perkembangan suku bunga perbankan semakin mendukung ekspansi kredit, termasuk melalui publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing penyaluran pembiayaan.
Untuk memperkuat pembiayaan kepada sektor riil, BI terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial, salah satunya melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Insentif tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.
(DESI ANGRIANI)