AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Kredit Properti Naik 9,6 Persen, Rumah Tipe 22-70 Jadi Faktor Pendorong

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Selasa, 23 November 2021 15:51 WIB
Kredit Konstruksi menunjukkan perlambatan dari 3,9% (yoy) menjadi 0, 1% (yoy) pada Oktober 2021, terutama pada Konstruksi sub sektor Bangunan Jalan Tol di DKI
Kredit Properti Naik 9,6 Persen, Rumah Tipe 22-70 Jadi Faktor Pendorong (FOTO:MNC Media)
Kredit Properti Naik 9,6 Persen, Rumah Tipe 22-70 Jadi Faktor Pendorong (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia mencatat, penyaluran kredit sektor Properti pada Oktober 2021 tumbuh 4,6% (yoy), melambat dibandingkan September 2021 (5,7%, yoy) terutama pada Kredit Konstruksi

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut, kredit Konstruksi menunjukkan perlambatan dari 3,9% (yoy) menjadi 0, 1% (yoy) pada Oktober 2021, terutama pada Konstruksi sub sektor Bangunan Jalan Tol di DKI Jakarta dan Jawa Barat. 

"Di sisi lain, kredit KPR dan KPA, serta kredit Real Estate tercatat mengalami perbaikan. Kredit KPR/KPA tumbuh meningkat, dari 9,4% (yoy) menjadi 9,6% (yoy) pada bulan laporan terutama disebabkan oleh peningkatan KPR Tipe 22 s.d. 70," ujarnya, Selasa (22/11/2021). 

Sementara itu, Kredit Real Estate meskipun masih tumbuh negatif (-0,4%, yoy) relatif membaik dibandingkan pertumbuhan negatif bulan sebelumnya (-1,6%, yoy), terutama pada Real Estate Gedung Perkantoran. 

Di sisi lain, lanjut Erwin, Kredit Investasi (KI) mengalami kontraksi yang lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. KI pada Oktober 2021 tumbuh negatif sebesar -0,2% (yoy), lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya (-0,01%, yoy). 

Hal ini disebabkan oleh penurunan penyaluran Kredit Investasi pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan serta sektor Konstruksi. 

"Kl sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan pada Oktober 2021 mencatat kontraksi sebesar -0,3% (yoy), berbalik arah dibandingkan kenaikan pada bulan sebelumnya (0,6%, yoy), terutama kredit yang disalurkan untuk sub sektor Perkebunan Kelapa Sawit," sebut dia. 

Sementara itu, KI pada sektor Konstruksi pada Oktober 2021 tumbuh 0,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (5,9%, yoy). 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD