sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kualitas Pertumbuhan Jadi Fokus Bank di Era Suku Bunga Tinggi, Strategi BWS (SDRA) Jadi Sorotan

Banking editor Tim IDXChannel
06/08/2026 10:09 WIB
Di tengah era suku bunga tinggi dan ketidakpastian ekonomi, industri perbankan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persaingan memperoleh dana pihak ketiga.
Kualitas Pertumbuhan Jadi Fokus Bank di Era Suku Bunga Tinggi, Strategi BWS (SDRA) Jadi Sorotan. (Foto: BWS)
Kualitas Pertumbuhan Jadi Fokus Bank di Era Suku Bunga Tinggi, Strategi BWS (SDRA) Jadi Sorotan. (Foto: BWS)

IDXChannel - Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam beberapa waktu terakhir membuat industri perbankan menghadapi tantangan yang lebih besar.

Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh bank-bank berskala kecil hingga menengah, termasuk kelompok KBMI I dan KBMI II, yang harus menyesuaikan strategi bisnis di tengah tingginya biaya dana dan ketatnya persaingan menghimpun dana masyarakat.

Di tengah era suku bunga tinggi dan ketidakpastian ekonomi global, industri perbankan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan memperoleh dana pihak ketiga yang semakin ketat, meningkatnya biaya dana (cost of fund), hingga pertumbuhan kredit yang cenderung lebih selektif.

Dalam kondisi tersebut, bank tidak hanya dituntut mencatatkan pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas aset, likuiditas, serta profitabilitas.

Tantangan ini dinilai lebih besar bagi bank berukuran menengah yang tidak memiliki basis dana murah maupun ekosistem nasabah seluas bank-bank besar.

Di tengah dinamika tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS menjadi salah satu bank yang menerapkan strategi memperkuat fondasi bisnis transaction banking melalui berbagai kemitraan yang langsung bersinggungan dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, alih-alih hanya mengejar ekspansi kredit secara agresif.

Strategi tersebut antara lain dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan di sektor gaya hidup, seperti Grab, McDonald's, dan Cinema XXI.

Melalui program voucher digital, cashback, maupun promosi transaksi, bank berupaya mendorong penggunaan layanan digital oleh nasabah.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan frekuensi transaksi, yang pada akhirnya berpotensi mendukung pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) sekaligus memperkuat dana murah (CASA). Dampaknya dinilai tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap seiring meningkatnya aktivitas transaksi nasabah.

Di sisi pembiayaan, BWS juga tetap memperluas penyaluran kredit dengan pendekatan yang lebih selektif, salah satunya melalui kerja sama pembiayaan sektor properti bersama pengembang Sinar Mas Land.

Pendekatan ini dinilai mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas portofolio pembiayaan.

Menurut Leonardo Liu dari NH Korindo Sekuritas, pendekatan tersebut mencerminkan arah baru industri yang kini lebih menekankan high quality growth.

"Di tengah suku bunga yang masih tinggi, pertumbuhan kredit tetap menjadi indikator yang dicermati, tetapi juga bagaimana bank menjaga kualitas aset, memperkuat CASA, meningkatkan pendapatan berbasis komisi, dan mengelola likuiditas secara disiplin adalah hal yang sangat fundamental," kata Leonardo.

Ia menambahkan, "Kolaborasi dengan perusahaan transportasi digital, restoran, pusat hiburan, hingga pengembang properti tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga membuka lebih banyak titik interaksi dengan nasabah dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dimonetisasi dan menghasilkan pertumbuhan yang lebih berkualitas.”

Seiring kondisi suku bunga yang masih relatif tinggi, sejumlah pelaku industri menilai ukuran keberhasilan bank tidak lagi hanya tercermin dari laju pertumbuhan kredit.

Kemampuan menjaga kualitas pertumbuhan, memperkuat sumber pendanaan, serta membangun ekosistem layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah menjadi faktor yang semakin diperhatikan dalam menopang kinerja jangka panjang. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement