Lonjakan tertinggi terjadi pada segmen Kredit Konsumsi yang tumbuh menjadi Rp1,59 triliun, diikuti oleh Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja yang juga meningkat masing-masing menjadi Rp4,40 triliun dan Rp8,79 triliun.
Adapun rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan berada pada level yang baik yaitu 59,03 persen.
Di sisi digital, Bank INA melanjutkan pengembangan ekosistem digital binadigital yang telah dimulai sejak 2023 melalui API banking, aplikasi mobile, hingga ekspansi acceptance business dan internet business. Nilai transaksi digital meningkat tajam dari Rp22 triliun pada 2024 menjadi Rp73 triliun pada akhir 2025.
"Lompatan yang masif ini adalah sesuatu yang menjadi komitmen bank, bahwa apa yang kami kerjakan, apa yang sudah kami lakukan akan terus kami lakukan sehingga binadigital yang sudah kami luncurkan sejak tahun 2023 ini menjadi sesuatu yang akan terus mendukung ekosistem digital dan ekosistem bank secara keseluruhan," kata Kiung.
Direktur Utama Bank INA, Henry Koenaifi menambahkan, perseroan memandang prospek bisnis 2026 dengan optimisme meski tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.