“Awalnya saya mengenal LPEI melalui kegiatan coaching. Pada saat itu, saya belum memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari LPEI. Namun, pada 2025, ketika situasi geopolitik global tidak menentu, kami menghadapi kendala cash flow dan membutuhkan alternatif pembiayaan dengan biaya yang kompetitif. Melalui LPEI, kami mendapatkan pembiayaan dengan tingkat bunga yang kompetitif sehingga sangat membantu menjaga cash flow dan keberlanjutan usaha kami,” kata Erry.
Hal senada disampaikan oleh CEO PT Agrofarm Nusa Raya, Tien Trisna Mardiana, yang memanfaatkan skema PKE untuk menopang ekspansi bisnis ekspor pupuk.
“Awalnya saya memanfaatkan Program Penugasan Khusus Ekspor setelah dipertemukan oleh Kementerian Perdagangan dengan LPEI. Sejak saat itu hingga hari ini, saya merasa sangat terbantu dengan adanya program PKE, terutama dalam mendukung keberlanjutan usaha kami di bidang ekspor pupuk,” ujar dia.
Melalui penguatan PKE dan sinergi bersama Kementerian Keuangan serta instansi terkait, LPEI berkomitmen terus mengoptimalkan perannya sebagai Export Credit Agency (ECA) Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekspor nasional secara berkelanjutan.
(Dhera Arizona)