"Kami punya program 'Like It' misalnya untuk menguatkan kepercayaan bagi nasabah. Ini target kami yang akan ditetapkan di 2026 adalah kurang lebih menambah jumlah penduduk yang produktif-produktif yang nantinya akan memiliki rekening sehingga bisa akses pada sektor keuangan dan bisa mendapatkan layanan-layanan keuangan yang memadai," tutur Anggito.
Di sisi lain, potret simpanan di industri perbankan menunjukkan ketimpangan pertumbuhan yang mencolok.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba melaporkan adanya lonjakan signifikan pada kelompok nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar.
Peningkatan ini dipicu oleh kebijakan fiskal pemerintah, khususnya penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank pelat merah (Himbara).
"Untuk (tabungan) yang di atas Rp5 miliar ini juga tumbuh, dan pertumbuhannya cukup tinggi itu 22,76 persen pertumbuhannya. Ini mungkin akan juga dipengaruhi dikontribusi adanya penempatan dana sal pemerintah," kata Purba dalam konferensi pers sebelumnya, Jumat (23/1/2026).