Simpanan nasabah meningkat sebesar 6,1 persen Y-o-Y menjadi Rp118,35 triliun didorong pertumbuhan Giro sebesar 37,5 persen, sementara Tabungan turun sebesar 1,9 persen. Deposito berjangka turun 12,3 persen, sejalan dengan upaya Bank untuk memperkuat komposisi pendanaan dan mengoptimalkan biaya dana.
Rasio CASA meningkat menjadi 61,2 persen pada Maret 2026 dari 53,0 persen pada Maret 2025.
Permodalan dan Likuiditas
Posisi permodalan Bank tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,3 persen dan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 25,2 persen.
Likuiditas tetap sehat dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) Bank-only sebesar 85,5 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank-only sebesar 146,2 persen, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) Bank-only sebesar 112,4 persen.
Perbankan Syariah
Total pembiayaan syariah tumbuh 10,4 persen Y-o-Y menjadi Rp32,23 triliun didukung pembiayaan Community Financial Services (CFS) dan Global Banking (GB) syariah. Pembiayaan syariah CFS meningkat 10,4 persen menjadi Rp23,16 triliun dan pembiayaan GB syariah tumbuh 10,3 persen menjadi Rp9,07 triliun.