Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) Perbankan Syariah meningkat 20,9 persen Y-o-Y didukung pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 5,9 persen diiringi biaya dana yang menurun. Pendapatan operasional lainnya juga meningkat 18,1 persen Y-o-Y didorong pendapatan fee dari pembiayaan yang disalurkan dan transaksi reksa dana, khususnya, Shariah Wealth Management (SWM).
Beban pencadangan turun 69,8 persen Y-o-Y setelah Bank melakukan pre-emptive provisioning pada tahun sebelumnya dalam rangka menjaga kualitas aset.
Pada kuartal I-2026, Perbankan Syariah membukukan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp226 miliar, meningkat 52,1 persen Y-o-Y dibandingkan Rp149 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, kinerja Bank pada kuartal I-2026 dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan geopolitik global dan volatilitas pasar.
“Dalam kondisi ini, kami menyesuaikan ekspektasi dan fokus memanfaatkan peluang pertumbuhan pada segmen ritel dan non-ritel, korporasi (GB) termasuk Perbankan Syariah di tengah ketidakpastian yang berlangsung di sepanjang kuartal. Ke depan, kami akan terus berupaya dalam menangkap peluang pertumbuhan melalui ekosistem Whole of Maybank serta, di saat yang sama, memperkuat bisnis inti sejalan dengan strategi ROAR30 Maybank Group,” ujarnya.