Sementara, pendapatan fee selain GM juga mengalami penurunan meskipun pendapatan fee Premier Wealth tumbuh 20,0 persen. Dengan demikian, Pendapatan Non-Bunga (NOII) turun 29,6 persen Y-o-Y menjadi Rp402 miliar. Gross Operating Income tercatat sebesar Rp2,22 triliun dibandingkan Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kredit dan Simpanan
Kredit non-ritel CFS mencatat pertumbuhan sebesar 7,1 persen Y-o-Y menjadi Rp39,89 triliun ditopang oleh pertumbuhan kredit segmen komersial (Business Banking) sebesar 15,6 persen menjadi Rp17,46 triliun dan kredit segmen Small and Medium Enterprise (SME+) yang tumbuh 12,3 persen.
Kredit segmen non-ritel SME (RSME) turun 3,0 persen. Kredit ritel CFS tumbuh 4,1 persen Y-o-Y didukung pembiayaan otomotif anak usaha yang meningkat 7,4 persen serta kredit konsumer (kartu kredit dan KTA) yang tumbuh 6,7 persen. Kredit CFS ritel dan non-ritel tumbuh 5,4 persen menjadi Rp88,33 triliun.
Kredit korporasi Global Banking (GB) mencatat penurunan sebesar 12,4 persen Y-o-Y. Namun, kredit segmen Large Local Corporate (LLC) GB dan transaksi Shariah Restricted Investment Account (SRIA) telah menunjukkan peningkatan yang akan dibukukan pada kuartal selanjutnya.
Pada Maret 2026, total kredit yang disalurkan relatif stabil sebesar Rp121,99 triliun. Total aset tercatat sebesar Rp192,17 triliun, naik 1,2 persen Y-o-Y.