sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menanti Langkah BI Turunkan Suku Bunga Acuan di 2024

Banking editor Maulina Ulfa - Riset
19/01/2024 07:30 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada pertemuan awal di 2024.
Menanti Langkah BI Turunkan Suku Bunga Acuan di 2024. (Foto: MNC Media)
Menanti Langkah BI Turunkan Suku Bunga Acuan di 2024. (Foto: MNC Media)

Tahun lalu, suku bunga China berada di angka 3,65 persen dan dipangkas menjadi 3,55 persen dan berlanjut ke level 3,45 persen. Pemulihan ekonomi China menjadi prioritas pemerintah dan bank sentral dalam mengambil kebijakan ini.

Tidak sampai di situ, China juga sedang mempertimbangkan penerbitan stimulus jumbo melalui obligasi spesial "ultra long" senilai satu triliun yuan atau setara USD139 miliar.

Kucuran stimulus tiada henti ini adalah akibat dari tekanan deflasi yang kuat, krisis properti yang sedang berlangsung, dan lemahnya permintaan domestik yang masih membebani aktivitas ekonomi China.

Di Eropa, ECB mempertahankan suku bunga pada tingkat tertinggi dalam beberapa tahun untuk pertemuan kedua berturut-turut dan mengisyaratkan penyelesaian awal skema pembelian obligasi terakhir yang tersisa. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memerangi inflasi yang tinggi.

Suku bunga operasi refinancing utama tetap berada pada level tertinggi dalam 22 tahun sebesar 4,5 persen, sementara suku bunga fasilitas simpanan tetap stabil pada rekor sepanjang masa sebesar 4 persen.

Para pembuat kebijakan di ECB juga telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang cukup ketat selama hal itu diperlukan.

Selama konferensi pers, Presiden ECB, Christine Lagarde mengatakan kepada wartawan bahwa pembuat kebijakan tidak membahas penurunan suku bunga apa pun, dan menegaskan kembali bahwa keputusan di masa depan akan bergantung pada data.

India juga menjadi salah satu negara Asia yang masih melanjutkan resiliensi di tengah kondisi ketidakpastian global.

Perekonomian India tumbuh sebesar 7,6 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal ketiga 2023 di tengah tingkat suku bunga yang mencapai 6,5 persen. Ini menyusul pertumbuhan kuat sebesar 7,8 persen pada periode sebelumnya dan mengalahkan perkiraan kenaikan sebesar 6,8 persen. Angka tersebut juga lebih tinggi dari proyeksi Reserve Bank of India sebesar 6,5 persen.

Dampak Iklim Suku Bunga Tinggi

Pertanyaann saat ini, bisakah suku bunga yang lebih tinggi menghasilkan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi?

Jika mengacu pada dampak sikap hawkish The Fed di AS, era suku bunga tinggi di negeri Paman Sam untuk jangka waktu yang lebih lama terbukti telah meningkatkan biaya utang bagi konsumen dan dunia usaha dan menyebabkan perlambatan aktivitas perekonomian.

Hal serupa bisa terjadi di Indonesia di mana menurut pandangan ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira yang menilai kenaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian, terutama dalam konteks menjaga kinerja rupiah dan dampaknya terhadap dunia usaha.

“Di satu sisi menjadi strategi nilai tukar rupiah dan keluarnya dana asing terutama dari pasar surat utang karena belum ada kejelasan The Fed untuk menurunkan suku bunga. Sehingga BI harus menjaga selisih antara bunga surat utang AS dengan surat utang pemerintah, agar appetite investor atau kreditor masih menarik,”ujar Bhima kepada IDX Channel, Kamis (18/1/2024).

  1. Kredit Konsumsi Melambat

Suku bunga acuan naik membuat masyarakat cenderung lebih berhati-hati. Khususnya dalam mengambil pinjaman yang pada gilirannya mengurangi pengeluaran mereka untuk berbagai keperluan.

Jika dilihat dari sisi konsumsi, iklim suku bunga tinggi membuat masyarakat menahan konsumsi terutama berkaitan dengan kredit konsumen. Permintaan masyarakat akan terpengaruh oleh kenaikan suku bunga, karena membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal. Akibatnya, daya beli masyarakat kemungkinan akan menurun.

Survei BI per November 2023 memvalidasi hal tersebut di mana permintaan pembiayaan rumah tangga melalui utang atau kredit mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement