sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menengok Tren Suku Bunga di Asia Tenggara Usai BI ‘Injak Rem’

Banking editor Maulina Ulfa - Riset
17/02/2023 13:06 WIB
Jika melihat di kawasan Asia Tenggara, suku bunga di Indonesia termasuk ke dalam peringkat yang paling tinggi.
Menengok Tren Suku Bunga di Asia Tenggara Usai BI ‘Injak Rem’. (Foto: MNC Media)
Menengok Tren Suku Bunga di Asia Tenggara Usai BI ‘Injak Rem’. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Februari 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%.

BI juga menahan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan mempertahankan suku bunga yang lebih terukur ini merupakan langkah lanjutan untuk secara pre-emptive, dan forward looking memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

"Bank Indonesia meyakini BI7DRR sebesar 5,75% memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0±1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada semester II 2023," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo usai RDG Kamis (16/2/2023).

Tren kenaikan suku bunga juga terjadi di kawasan Asia Tenggara. Seperti apa kondisinya?

Tren Suku Bunga di Asia Tenggara

Jika melihat di kawasan Asia Tenggara, suku bunga di Indonesia termasuk ke dalam peringkat yang paling tinggi.

Di Asia Tenggara, Myanmar masih menjadi negara yang telah menerapkan suku bunga tertinggi sebesar 7 persen. Disusul dengan Filipina dan Vietnam yang menerapkan suku bunga 6 persen. Indonesia diurutan ke empat dengan suku bunga mencapai 5,75 persen. (Lihat grafik di bawah ini.)

Rata-rata negara di Asia Tenggara tidak menaikkan suku bunga meskipun bank sentral utama dunia berlomba menaikkan suku bunga.

Misalnya bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) yang pada awal Februari lalu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Saat ini, suku bunga di AS tercatat di kisaran 4,75% berdasarkan hasil Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC) pada 1 Februari 2023.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement