“Ini ada intensi kebijakannya. Kita mendorong investor global yang masuk ke pasar domestik kita itu mereka jual spot-nya dan mereka kemudian cover risiko nilai tukarnya itu dengan DNDF,” ujarnya.
Menurut Erwin, masuknya modal asing berperan penting dalam menambah pasokan valas di pasar domestik. Karena itu, bauran kebijakan BI tidak hanya diarahkan untuk menjaga daya tarik aset Rupiah, tetapi juga memastikan keseimbangan pasokan dan permintaan valas.
“Dari sisi supply, kita mendorong harus masuk modal asing dengan memberikan insentif agar supply di domestik market itu bertambah,” tutur Erwin.
(DESI ANGRIANI)