AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Naik 7,3 Persen, Penyaluran Kredit Bank BTPN Capai Rp142,3 T di Kuartal I 2022

BANKING
Anggie Ariesta
Jum'at, 29 April 2022 06:59 WIB
PT Bank BTPN Tbk (BTPN) melaporkan total kredit yang diberikan sebesar Rp142,37 triliun di kuartal I 2022.
Naik 7,3 Persen, Penyaluran Kredit Bank BTPN Capai Rp142,3 T di Kuartal I 2022 (Dok.MNC)
Naik 7,3 Persen, Penyaluran Kredit Bank BTPN Capai Rp142,3 T di Kuartal I 2022 (Dok.MNC)

IDXChannel - PT Bank BTPN Tbk (BTPN) melaporkan total kredit yang diberikan sebesar Rp142,37 triliun di kuartal I 2022, tumbuh sebesar 7,3% year-on-year (yoy) dari Rp132,68 triliun dibanding tahun lalu.

Pertumbuhan kredit Bank BTPN ini lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit di industri perbankan yakni 6,65% yoy yang dilaporkan Bank Indonesia untuk periode yang sama.

Plt Direktur Utama Bank BTPN, Kaoru Furuya mengatakan, kinerja yang baik dalam penyaluran kredit pada kuartal pertama tahun ini sejalan dengan strategi dan memanfaatkan momentum pertumbuhan yang optimis.

“Kami berharap pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat seiring dengan meredanya pandemi COVID-19,” ujar Kaoru dalam keterangan resmi, Kamis (28/4/2022).

Pada akhir Maret 2022, Bank BTPN mencatat peningkatan aset sebesar 10% yoy menjadi Rp192,40 triliun, dari Rp 174,72 triliun.

Pertumbuhan kredit Bank BTPN juga didukung oleh upaya untuk senantiasa menjaga kualitas kredit. Selain itu, Bank BTPN juga senantiasa memonitor kualitas portofolio kreditnya ditengah situasi eksternal yang sangat dinamis termasuk masih adanya dampak dari COVID-19. 

Di kuartal I 2022 ini juga Bank BTPN membukukan penambahan biaya kredit, biaya kredit juga meningkat dari Rp164 miliar menjadi Rp435 miliar (sebagian besar dari segmen korporasi), sehingga mempengaruhi laba bersih konsolidasi Bank BTPN setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 23% yoy menjadi Rp752 miliar dari Rp971 miliar.

Rasio gross NPL per akhir Maret 2022 adalah sebesar 1,40%, sedikit lebih rendah dari rasio gross NPL yang dilaporkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,42%. Sebagai informasi, Bank Indonesia melaporkan rasio gross NPL pada akhir Februari sebesar 3,08%.

Terkait Dana Pihak Ketiga, Bank BTPN berhasil meningkatkan saldo dana pihak ketiga untuk mendukung pertumbuhan kredit bank. Dana pihak ketiga tercatat bertumbuh 8% yoy menjadi Rp106,73 triliun pada 31 Maret 2022, dibandingkan Rp98,93 triliun pada tahun sebelumnya.

Peningkatan Dana Pihak Ketiga tersebut terutama berasal dari saldo CASA yang tumbuh sebesar 21% yoy menjadi Rp37,02 triliun dan saldo deposito yang tumbuh sebesar 2% yoy menjadi Rp69,71 triliun. Rasio CASA meningkat menjadi 34,7% pada 31 Maret 2022, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 30,9%.

Adapun Bank BTPN melanjutkan upaya untuk memangkas cost of fund (Rupiah) dari 3,8% menjadi 2,9% dengan tetap dipertahankannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.

Pendapatan bunga bersih naik sebesar 2% yoy menjadi Rp2,85 triliun pada kuartal pertama tahun ini, dari Rp2,78 triliun, dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit dan penurunan beban bunga sebesar 17% yoy menjadi Rp818 miliar dari Rp991 miliar dengan meningkatnya saldo CASA serta menurunnya suku bunga time deposit, namun di sisi yield terjadi penurunan sehingga berdampak pada lebih rendahnya NIM dari 6,75% pada triwulan I 2021 menjadi 6,40% pada triwulan I 2022.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD