Selain aspek bisnis, BSI juga menjalankan program sosial dengan total penyaluran Rp320,8 miliar melalui lima pilar, yakni ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 250.000 penerima manfaat.
Dalam mendukung ekonomi rendah karbon, BSI menyediakan 70 unit Reverse Vending Machine (RVM) dan 145 kendaraan listrik. Perseroan juga telah menghitung emisi scope 1 dan scope 2 melalui platform digital carbon tracking.
Dari aspek kesetaraan gender, BSI mencatat 41 persen dari total pegawainya merupakan perempuan dengan kesempatan pengembangan karier pada level yang setara.
Atas berbagai inisiatif ESG yang dijalankan, BSI meraih sejumlah penghargaan, antara lain Best Islamic Bank for ESG dari Euromoney Indonesia, Asia, dan Global, serta peningkatan peringkat ESG di Bloomberg.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan kinerja keuangan yang solid perlu didukung fundamental ESG yang kuat agar pertumbuhan perusahaan dapat berlangsung berkelanjutan.
Menurutnya, keunikan BSI terletak pada kemampuannya menggabungkan aspek bisnis dengan manfaat sosial yang lebih luas, termasuk melalui peran zakat, ekonomi umat, dan penguatan UMKM.
(Shifa Nurhaliza Putri)