OJK juga mencatat struktur industri masih didominasi perusahaan joint venture pada kelompok aset terbesar. Kondisi ini dinilai mencerminkan keunggulan pada aspek permodalan, keahlian teknis, serta dukungan jaringan global.
Dalam menghadapi persaingan ke depan, industri diperkirakan akan semakin bertumpu pada inovasi, efisiensi, dan kualitas layanan. Pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (AI) juga dinilai penting untuk meningkatkan akurasi underwriting dan mendeteksi fraud, meski tetap memerlukan peran manusia dalam pengambilan keputusan dan perlindungan konsumen.
"Secara keseluruhan, OJK melihat prospek industri asuransi tetap positif dengan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan, didukung oleh keseimbangan antara segmen individu dan kumpulan, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko di tengah dinamika pasar dan tantangan global," kata Ogi.
(Febrina Ratna Iskana)