AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

OJK Klaim Profil Risiko Lembaga Jasa Keuangan Nasional Masih Aman

BANKING
Viola Triamanda/MPI
Rabu, 29 Juni 2022 21:46 WIB
profil risiko yang melekat pada kinerja LJK per Mei 2022 terpantau masih terjaga dengan baik.
OJK Klaim Profil Risiko Lembaga Jasa Keuangan Nasional Masih Aman (foto: MNC Media)
OJK Klaim Profil Risiko Lembaga Jasa Keuangan Nasional Masih Aman (foto: MNC Media)

IDXChannel - Meski perekonomian nasional dan juga global tengah dibayangi risiko ketidakpastian dan potensi terjadinya stagflasi, namun kinerja lembaga jasa keuangan (LJK) nasional hingga Mei 2022 lalu diklaim masih cukup aman.

Klaim tersebut disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana profil risiko yang melekat pada kinerja LJK per Mei 2022 terpantau masih terjaga dengan baik.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, menyebut bahwa penilaian tersebut didasarkan pada rasio non performing loan (NPL) net perbankan tercatat 0,85 persen, dengan NPL gross sebesar 3,04 persen. Sedangkan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan tercatat sebesar 2,8 persen.

"Selain itu, nilai restrukturisasi kredit Covid-19 semakin mengecil di Mei 2022, yaitu tercatat Rp596,25 triliun, dibanding posisi April 2022 yang masih Rp606,39 triliun," ujar Anto, dalam keterangan resminya, Rabu (29/6/2022).

Sedangkan jumlah debitur restruktrukturisasi Covid-19 juga menurun dari 3,26 juta debitur pada April 2022 menjadi 3,13 juta debitur pada Mei 2022. Sementara Posisi Devisa Neto (PDN) Mei 2022 tercatat 1,47 persen, atau berada jauh di bawah threshold 20 persen.

Selain itu, likuiditas industri perbankan pada Mei 2022 juga masih berada pada level yang memadai. Hal tersebut terlihat dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit dan Alat Likuid/DPK masing-masing 137,14 persen dan 30,80 persen, terjaga di atas ambang batas ketentuan masing-masing pada level 50 persen dan 10 persen.

Dari sisi permodalan, lembaga jasa keuangan juga mencatatkan permodalan yang semakin membaik. Industri perbankan mencatatkan peningkatan CAR menjadi 24,74 persen.

Sementara itu, industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan RBC yang terjaga 489,15 persen dan 322,36 persen, jauh di atas threshold 120 persen. 

"Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat 1,97 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali," katanya.

Ke depan, OJK terus memperkuat kerja pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan dan senantiasa berkoordinasi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD