Untuk kondisi saat ini, dia mengamati adanya tren perbaikan pada sejumlah indikator ekonomi jika dikomparasikan dengan kinerja beberapa bulan ke belakang.
Salah satu faktor krusial yang disorotnya adalah stabilisasi nilai tukar rupiah, yang dinilai ampuh mengatrol kembali kepercayaan para pelaku bisnis, terutama bagi perbankan yang menopang aktivitas ekspor-impor.
Di samping itu, Dian menilai pemulihan yang mulai tampak di pasar modal turut mengalirkan angin segar bagi dunia usaha.
"Kalau misalnya rupiah sekarang stabil, kemudian pasar modal juga mulai recover, saya kira ini momen yang baik," kata Dian.
Pada sisi berbeda, Dian memandang efek dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate terhadap rapor keuangan perbankan tidak akan langsung terasa dalam jangka pendek. Menurutnya, terdapat jeda waktu yang cukup sebelum pergeseran suku bunga acuan tersebut bertransmisi secara penuh ke suku bunga kredit serta aktivitas penyaluran pembiayaan di sektor riil.