sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kementerian PKP Bakal Bedah 10.000 Unit Rumah di Jakarta pada 2026

News editor Rohman Wibowo
21/06/2026 20:00 WIB
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meningkatkan kuota program bedah rumah di Provinsi DKI Jakarta menjadi 10.000 unit pada 2026.
Kementerian PKP meningkatkan kuota program bedah rumah di Provinsi DKI Jakarta menjadi 10.000 unit pada 2026. (Foto: Dok. Setneg)
Kementerian PKP meningkatkan kuota program bedah rumah di Provinsi DKI Jakarta menjadi 10.000 unit pada 2026. (Foto: Dok. Setneg)

IDXChannel - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meningkatkan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah di Provinsi DKI Jakarta menjadi 10.000 unit pada 2026. Angka ini meningkat dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 yang sebanyak 158 unit

Menteri PKP, Maruarar Sirait mengungkapkan hingga 12 Juni 2026, jumlah rumah yang mulai dikerjakan melalui program BSPS di Jakarta telah mencapai 5.659 unit. Sebaran pekerjaan tersebut meliputi Kepulauan Seribu sebanyak 300 unit, Jakarta Barat 1.350 unit, Jakarta Selatan 1.000 unit, Jakarta Utara 1.009 unit, Jakarta Pusat 1.000 unit, dan Jakarta Timur 1.000 unit.

“BSPS ini merupakan program Presiden Prabowo untuk memperbaiki rumah masyarakat yang tidak layak huni di seluruh Indonesia. Di DKI Jakarta, alokasinya meningkat signifikan, dari 158 unit tahun lalu menjadi 10.000 unit pada tahun ini,” ujar Maruarar dikutip Minggu (21/6/2026).

Maruarar telah meninjau rumah dua calon penerima bantuan yang merupakan kakak beradik, yakni Ahyani (71) dan Ariasih (67). Ahyani tinggal bersama satu orang anak dan empat cucunya, sementara Ariasih tinggal bersama empat anaknya, termasuk satu anak penyandang disabilitas.

"Kondisi rumah yang ditempati keduanya tergolong memprihatinkan. Struktur kolom dan ring balok telah rapuh, rangka atap mengalami kerusakan, minim pencahayaan dan sirkulasi udara, serta sebagian material bangunan sudah tidak layak. Bahkan, salah satu rumah masih menggunakan lantai tanah, dinding kayu yang lapuk, dan penutup atap berbahan asbes yang berisiko membahayakan penghuni," katanya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement