Lebih lanjut, dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 434 juta transaksi atau tumbuh 31,49 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.092 triliun pada Februari 2026.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,76 juta transaksi atau melambat 5,33 persen (yoy), di tengah nominal transaksi BI-RTGS yang tetap tumbuh 9,19 persen (yoy) mencapai Rp16.105 triliun pada Februari 2026.
"Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,78 persen (yoy) menjadi Rp1.287 triliun pada Februari 2026," ujar Perry.
(Dhera Arizona)