sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 11,2 Persen di Semester I-2026, AAJI Ungkap Penyebabnya

Banking editor Rohman Wibowo
31/08/2026 21:44 WIB
Angka tersebut turun 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp108,51 triliun.
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 11,2 Persen di Semester I-2026, AAJI Ungkap Penyebabnya. Foto: iNews Media Group.
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 11,2 Persen di Semester I-2026, AAJI Ungkap Penyebabnya. Foto: iNews Media Group.

Namun, fluktuasi nilai investasi jangka pendek dinilai tidak serta-merta mencerminkan kemunduran pada fungsi proteksi asuransi jiwa secara menyeluruh. Otoritas asosiasi menegaskan pentingnya melihat indikator fundamental operasional yang justru mencatatkan performa positif.

"Investasi industri asuransi jiwa berorientasi jangka panjang, sehingga kinerja dalam kurun waktu tertentu tidak dapat disimpulkan dari siklus pasar secara keseluruhan. Untuk membaca kondisi secara utuh, kita perlu melihat indikator perlindungan masyarakat, terutama pendapatan premi hingga bisnis baru," kata Albertus.

Dari sisi fungsi intermediasi proteksi, kinerja operasional industri tetap tumbuh solid. Pendapatan premi secara unweighted naik 8,2 persen YoY mencapai Rp94,75 triliun, sementara secara weighted tercatat relatif stabil di angka Rp58,06 triliun (turun tipis 0,8 persen). 

Jumlah kepemilikan polis melonjak 7,7 persen menjadi 22,44 juta polis, dengan total tertanggung melesat 24,8 persen mencapai 153,58 juta orang. Komitmen proteksi industri turut dibuktikan melalui realisasi pembayaran klaim dan manfaat senilai Rp75,57 triliun, atau naik 4,3 persen.

Berdasarkan jenis produknya, produk tradisional membukukan total premi sebesar Rp59,03 triliun (tumbuh 6,9 persen), sedangkan produk unit link menyumbang Rp35,73 triliun (naik 10,3 persen). Pada pos premi bisnis baru, produk tradisional tumbuh 14,2 persen menjadi Rp37,97 triliun, sementara premi bisnis baru unit link melonjak tajam hingga 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement